Lini Belakang Persija Jakarta Di Anggap Sangat Rapuh, Ini Penjelasan Maman Abdurrahman –┬áPersija Jakarta mengawali kerjanya di persaingan Shopee League 1 2019, yang disiarkan oleh Indosiar dengan hasil yang tidak memuaskan. Dari tiga pertandingan yang dilakukan, kesebelasan yang dijuluki kehilangan harimau Tigayoran dua kali dan sisanya bermain imbang.

Dalam tiga pertandingan, Ismed Sofyan dan kawan-kawannya mengakui dalam 30 menit terakhir. Kelemahan garis bawah karena tersebut digarisbawahi sebab para pemain di jantung pertahanan tidak lagi dirasakan muda.

Dengan pemikiran ini, bek Persija, Maman Abdurrahman, membuka suaranya. Dia menyangkal bahwa kekurangan pertahanan kesebelasan utama ialah karena hal usia semua pemain yang memegang posisi itu.

“Saya pun memikirkan masalah (krisis krisis), saya pun menafsirkannya, saat saya menuliskan usia, saya tidak beranggapan begitu: tahun kemudian tidak genap, terdapat Ismed dan saya bahwa kami pun sudah tua,” kata Maman.

“Mungkin dia lebih konsentrasi jika masalah ini tidak saja batas belakang, namun dari seluruh lini, dari depan atau tengah sebab terhubung,” tambahnya.

kelemahan
Berdasarkan keterangan dari Maman, penyebabnya ialah ketebalan garis belakang. Karena tidak terdapat pengganti yang layak saat pemain kunci merasakan kelelahan sebab jadwal yang padat.

“Saya pikir flu tersebut kemarin dengan peralihan pemain yang solid, saya sendiri bermain nyaris 5-6 kali berturut-turut, saya hendak memutarnya, Ryuuji Utomo tidak dapat bermain dan lantas Steven Paulle berkumpul,” kata Maman.

“Ya, saya lelah pada ketika itu, saya katakan 5-6 kali, saat Ivan Kolev mengubahnya, yah, Steven dan Ryui baik kembali, saat saya kembali, Bang Haji (Ismed Sofyan) memberi tahu Bali United, “Mantan pemain Persib Bandung.

Arema Fc Memuji Kekuatan Team PSM Makassar Jelang Bertemu di Pertandingan Shopee Liga1 Indonesia

Arema FC membeber evaluasi mereka soal PSM Makassar yang bakal menjadi lawan mereka pada laga lanjutan Shopee Liga 1 musim 2019. Klub berlogo singa mengepal ini menilai Juku Eja -julukan PSM Makassar- adalahtim dengan kualitas di atas rata-rata.

“PSM Makassar ialah klub yang paling berkualitas. Mereka mempunyai tradisi sebagai kesebelasan besar di Indonesia,” ucap Manajer Arema, Ruddy Widodo, pada Bola.net.

“Kehebatan PSM dapat dilihat dari prestasi mereka ketika ini. Mereka dapat berprestasi pada ajang AFC Cup. Di persaingan lokal pun, mereka pun mampu bercokol di papan atas,” sambungnya.

Arema bakal menghadapi PSM Makassar pada laga pekan kelima mereka di ajang Shopee Liga 1 musim 2019. Pertandingan -yang bakal disiarkan langsung oleh Indosiar- ini bakal dihelat di Stadion Andi Mattalatta Makassar, Minggu (26/06) mendatang.

Saat ini, PSM Makassar sedang di posisi tiga klasemen sementara. Mereka mengoleksi poin tujuh dari tiga pertandingan yang telah dilakoni.

Sementara, Arema sendiri ketika ini masih sedang di peringkat 11 klasemen sementara. Mereka baru mengoleksi poin tiga dari hasil sekali menang dan dua kali kalah.

Puji Solidnya PSM Makassar
Berdasarkan keterangan dari Ruddy, PSM ialah salah satu misal tim solid. Terbukti, evolusi nakhoda di tim itu dari Robert Rene Alberts ke Darije Kalezic, tak menciptakan tim itu limbung.

“Awalnya, sempat hadir tengara bahwa evolusi pelatih di PSM akan dominan pada kesebelasan tersebut. Ternyata tidak. Mereka tetap perkasa di seluruh ajang yang diikuti,” kata Ruddy.

“Ini adalahsalah satu bukti bahwa mereka paling solid. Tradisi dan roh permainan mereka paling kuat sampai-sampai siapa juga yang bergabung tak kesulitan,” sambungnya.

Sanjung Kedalaman Skuad Juku Eja
Di samping solidnya kesebelasan PSM, Ruddy juga memuji kedalaman skuad mereka. Menurutnya, kualitas semua penggawa PSM paling merata, tergolong untuk pemain pelapis mereka.

“Antara pemain pelapis dan pemain inti tak ada lain kualitas. Mereka sama-sama pemain dengan keterampilan di atas rata-rata,” puji Ruddy.

“Ini yang menciptakan kekuatan mereka benar-benar tidak dapat dipandang sebelah mata,” sambung manajer berusia 47 tahun ini.


Keyakinan Tinggi Malisic Bisa Melihat Persib Menjuarai Shopee Liga 1 2019 –┬áPersib Bandung diselimuti keyakinan untuk mengenalkan Shopee League 1 2019 sesudah liburan Idul Fitri. Sang bek, Bojan Malisic, yakin bahwa timnya bisa tampil indah sampai akhir tahun.

Perasaan koherensi dan family yang mapan ialah dasar dari keyakinan Mali, panggilan Malate. Dia juga beranggapan bahwa persiapan Persib lumayan bagus.

“Ya, ini paling bagus guna tim, tidak melulu pemain, tetapi pun semua kesebelasan tim bekerja bersama, bagian urgen untuk menjalani pertandingan,” kata Malisic, 34, di website resmi Persib.

Suasana kesebelasan kondusif, kata Malisic sangat urgen untuk menyokong kinerja tim. Apalagi Persib mempunyai target tinggi musim ini, sehingga semua juara dalam persaingan tersebut disiarkan di Indosiar dan O Channel.

Dengan atmosfir yang menguntungkan, permainan kesebelasan di lapangan bakal semakin padat, kata Malisic. “Semuanya menjadi lebih gampang dengan kerja tim,” kata pemain yang pun merumput di Liga Hong Kong dan Filipina.

Persib Bandung memainkan pertandingan tertunda mereka di minggu kedua melawan Tira Persikabo. Kompetisi ini akan dilangsungkan pada hari Kamis, 18 Juni 2019 di Stadion Starling Harupat.

Target Pribadi
Malisic sendiri mengaku membawa tujuan individu dengan Persib. Dia hendak membual destinasi Tim Maung Bandung guna mogok.

Seperti diketahui, dari dua pertandingan yang sudah dimainkan, Maung Bandung tidak pernah mengakui gol.

“Adalah tugas saya guna bermain dan menjaga pertahanan dengan baik, semuanya bakal lebih gampang dengan kerja tim,” kata Mali.

Sementara tersebut pelatih gawang Gatot Prasetyo mengungkap rahasia kesuksesannya bersangkutan daftar clean sheet Persib. Dalam dua pertandingan ini Persib dijaga oleh dua penjaga yang berbeda: Saya menjadikan Wirawan menang 3-0 dan M Natsir dalam pertandingan 0-0 melawan Semen Padang.

“Nikmati permainan, fokus, baca permainan, dan maksimalkan komunikasi dengan pemain beda di lokasi penalti, lebih atau tidak cukup dari pembicaraan tim yang tidak jarang saya ceritakan untuk kiper sebelum dia turun guna bersaing,” Gatot mengungkapkan resep Persib untuk daftar yang bersih.

Pemain Persebaya Surabaya Ini Mendapatkan Teguran Keras Karena Menekel Pemain PSIS Semarang

Elisa Basna unik perhatian publik belum lama ini. Pemain yang bermunculan pada tahun 1996 mengerjakan pelanggaran busuk ketika membela Persebaya di PSIS Semarang pada persaingan Shopee League 1 2019, Kamis (30/5).

Dia tertangkap kamera dan memasuki perut Fredyan Wahyu dengan kaki terbungkus sepatu sebelum dikeluarkan. Elisa Basna hanya ditunjukkan kartu kuning. Tindakannya mendapat perhatian tidak sedikit orang.

Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria pun mencatat bahwa insiden seperti tersebut harus dihukum berat. Manajer Persebaya, Candra Wahyudi, mengakui bahwa dia sudah menghukum Elisa atas tindakannya.

“Pasti terdapat di sana, tidak saja Basna.” Siapa juga pemain yang kami pikir mengerjakan pelanggaran dan memungut tindakan disipliner, mesti terdapat peringatan dari manajemen, “kata Candra.

“Memang, PSSI sudah mengirim surat ke Persebaya dan kami akan menyatakan insiden itu. Versi kami pun akan dikirim ke PSSI,” tambah manajer berusia 42 tahun itu.

Elisa Maaf
Peristiwa tersebut menyebabkan manajemen PSIS mengirim surat ke PSSI guna lebih memperhatikan. Karena apa yang Elisa kerjakan dapat dominan pada cedera serius oleh lawan.

Di samping itu, Elisa menyatakan telah meminta maaf untuk Fredyan Wahyu. Elisa mengklaim bahwa dia tidak sengaja memungut tindakan yang bisa berdampak fatal untuk pemain lain.

Pemain Papua mengklaim bahwa dia hendak bertemu Fredyan segera sesudah pertandingan. Pemain PSIS telah kembali ke hotel. Akibatnya, Elisa meminta Fredyan untuk mengucapkan permintaan maafnya.

“Karena saya sudah kembali ke hotel, saya kesudahannya meminta nomor teleponnya, saya memasang headset dan panggilan video untuknya, saya meminta maaf sesudah kejadian kemarin,” kata saudara Yanto Basna.

“Dokter menuliskan tim dalam situasi baik, barangkali saya dapat lebih berhati-hati sekitar pertandingan berikutnya.” Fredyan pun mengingatkan saya bakal hal yang sama, “kata Elisa Basna.