Keyakinan Tinggi Malisic Bisa Melihat Persib Menjuarai Shopee Liga 1 2019 –┬áPersib Bandung diselimuti keyakinan untuk mengenalkan Shopee League 1 2019 sesudah liburan Idul Fitri. Sang bek, Bojan Malisic, yakin bahwa timnya bisa tampil indah sampai akhir tahun.

Perasaan koherensi dan family yang mapan ialah dasar dari keyakinan Mali, panggilan Malate. Dia juga beranggapan bahwa persiapan Persib lumayan bagus.

“Ya, ini paling bagus guna tim, tidak melulu pemain, tetapi pun semua kesebelasan tim bekerja bersama, bagian urgen untuk menjalani pertandingan,” kata Malisic, 34, di website resmi Persib.

Suasana kesebelasan kondusif, kata Malisic sangat urgen untuk menyokong kinerja tim. Apalagi Persib mempunyai target tinggi musim ini, sehingga semua juara dalam persaingan tersebut disiarkan di Indosiar dan O Channel.

Dengan atmosfir yang menguntungkan, permainan kesebelasan di lapangan bakal semakin padat, kata Malisic. “Semuanya menjadi lebih gampang dengan kerja tim,” kata pemain yang pun merumput di Liga Hong Kong dan Filipina.

Persib Bandung memainkan pertandingan tertunda mereka di minggu kedua melawan Tira Persikabo. Kompetisi ini akan dilangsungkan pada hari Kamis, 18 Juni 2019 di Stadion Starling Harupat.

Target Pribadi
Malisic sendiri mengaku membawa tujuan individu dengan Persib. Dia hendak membual destinasi Tim Maung Bandung guna mogok.

Seperti diketahui, dari dua pertandingan yang sudah dimainkan, Maung Bandung tidak pernah mengakui gol.

“Adalah tugas saya guna bermain dan menjaga pertahanan dengan baik, semuanya bakal lebih gampang dengan kerja tim,” kata Mali.

Sementara tersebut pelatih gawang Gatot Prasetyo mengungkap rahasia kesuksesannya bersangkutan daftar clean sheet Persib. Dalam dua pertandingan ini Persib dijaga oleh dua penjaga yang berbeda: Saya menjadikan Wirawan menang 3-0 dan M Natsir dalam pertandingan 0-0 melawan Semen Padang.

“Nikmati permainan, fokus, baca permainan, dan maksimalkan komunikasi dengan pemain beda di lokasi penalti, lebih atau tidak cukup dari pembicaraan tim yang tidak jarang saya ceritakan untuk kiper sebelum dia turun guna bersaing,” Gatot mengungkapkan resep Persib untuk daftar yang bersih.

Pemain Persebaya Surabaya Ini Mendapatkan Teguran Keras Karena Menekel Pemain PSIS Semarang

Elisa Basna unik perhatian publik belum lama ini. Pemain yang bermunculan pada tahun 1996 mengerjakan pelanggaran busuk ketika membela Persebaya di PSIS Semarang pada persaingan Shopee League 1 2019, Kamis (30/5).

Dia tertangkap kamera dan memasuki perut Fredyan Wahyu dengan kaki terbungkus sepatu sebelum dikeluarkan. Elisa Basna hanya ditunjukkan kartu kuning. Tindakannya mendapat perhatian tidak sedikit orang.

Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria pun mencatat bahwa insiden seperti tersebut harus dihukum berat. Manajer Persebaya, Candra Wahyudi, mengakui bahwa dia sudah menghukum Elisa atas tindakannya.

“Pasti terdapat di sana, tidak saja Basna.” Siapa juga pemain yang kami pikir mengerjakan pelanggaran dan memungut tindakan disipliner, mesti terdapat peringatan dari manajemen, “kata Candra.

“Memang, PSSI sudah mengirim surat ke Persebaya dan kami akan menyatakan insiden itu. Versi kami pun akan dikirim ke PSSI,” tambah manajer berusia 42 tahun itu.

Elisa Maaf
Peristiwa tersebut menyebabkan manajemen PSIS mengirim surat ke PSSI guna lebih memperhatikan. Karena apa yang Elisa kerjakan dapat dominan pada cedera serius oleh lawan.

Di samping itu, Elisa menyatakan telah meminta maaf untuk Fredyan Wahyu. Elisa mengklaim bahwa dia tidak sengaja memungut tindakan yang bisa berdampak fatal untuk pemain lain.

Pemain Papua mengklaim bahwa dia hendak bertemu Fredyan segera sesudah pertandingan. Pemain PSIS telah kembali ke hotel. Akibatnya, Elisa meminta Fredyan untuk mengucapkan permintaan maafnya.

“Karena saya sudah kembali ke hotel, saya kesudahannya meminta nomor teleponnya, saya memasang headset dan panggilan video untuknya, saya meminta maaf sesudah kejadian kemarin,” kata saudara Yanto Basna.

“Dokter menuliskan tim dalam situasi baik, barangkali saya dapat lebih berhati-hati sekitar pertandingan berikutnya.” Fredyan pun mengingatkan saya bakal hal yang sama, “kata Elisa Basna.